Share It

Sabtu, 31 Desember 2011

Its You, No Others.

There’s no one like you, even if I look around it’s just like that.
A good person like you, with a good heart like you, a gift as great as you.
How lucky that I’m the person who will try his hard to protect you.
A happy guy like me, the guy with the happiest smile like me.

Your two warm hands gets cold when I’m cold.
Your heart that used to be strong becomes sensitive when I’m hurt.
Take my hands silently, hold me silently, I’m only wishing for such little comforts.
You don’t know my heart that wanted to do more just for you.

When my greedy heart  gradually search to other directions. When my mind can’t handle whenever my greed grow even more. I know all those reasons that clearly says that you’re here, it’s the only one.
I’m always thankful. I could do better as you do. Call out my heart, free my soul.
It always felt like the first time, these remaining days are more than the time that I came to love you

You know, I’m a little bit shy sometimes, you don’t know but you’re burning like the sun, please understand my feelings. Even those girls that appears on TV shows are sparkling, you’re always be the one in my eyes (I’m going crazy crazy Baby). Hearing you tell me that you love me, I have everything in this world, You & I, You’re so fine, is there someone like you? I love you, please know it, to me there’s only you, that I stupidly see you as my everything.



We arrived on the same road, we’re just the same, how surprising, how grateful, it’s love.

Jumat, 02 Desember 2011

Simple Inside

Kawan, kau tak bisa hanya marah karena kondisi tidak berjalan seperti yang kamu inginkan.
Tidak perlu seperti itu. Berhentilah terlalu mengkhawatirkan masalah kecil. 

Karena hal itu tidak baik untuk kesehatan kalian :D

Kadang kita berada di titik teratas hidup kita, kadang di titik terbawah.
Ya, memang seperti itulah roda kehidupan ini.
Performa kita pun tidak selalu baik, ini terjadi siapapun.
Sesekali tidak masalah, klo kau sekedar bersikap dingin dan menyendiri untuk beristirahat.
Karena selalu ada waktu yang tepa untuk setiap hal...

Ayo kita bergerak kembali.
Tidak masalah jika harus berjalan berputar jika ternyata dihadapan kita jalan buntu.
Klo kau terlalu stress (*baca galau)
Istirahat lah dan coba merenung atau mengehentikan sejenak aktivitas.
Kita akan kehabisan tenaga jika terus menerus berlari dalam dunia yang keras ini.
Aturlah nafasmu, simpan tenagamu, yakinlah waktumu akan segera tiba.

Ya, bahkan, seorang anak kecil juga tau bahwa dunia ini penuh dengan dilema.
Kenapa kita harus berpikir rumit?
Klo kau menginginkan sesuatu? Raih lah.
Kisah hidup kita penuh dengan perjuangan kawan.

Karena saat waktunya telah tiba kamu harus siap.
Maksimalkan tenagamu, jangan takut
Maksimalkan pikiranmu, kamu pasti siap

Jangan khawatir lagi, hari yang kita inginkan akan datang.
Lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk meraihnya.

Just smile today, because your smile makes everyone happy

You’re great the way you are

Kamis, 10 November 2011

Aku Ingin Menikah, Tapi...

Aku Ingin Menikah, Tapi...

Pernikahan, adalah momen penting bagi setiap orang. Termasuk juga bagiku. Setelah sekian lama, aku berharap kejadian sakral itu segera terjadi dalam hidupku.

Aku benar- benar ingin menikah, tapi...

Aku belum bisa memantaskan diriku dengan keikhlasan karena Allah, untuk sebuah pembelajaran kepada seorang wanita. Ya, wanita yang nantinya akan menjadi istriku. Semua karena masih besarnya egoku, dan susahnya diriku, bahkan untuk sekedar menyenangkan orang lain. Yang ada malah, aku ingin selalu dimanjakan dan disenangkan. Tak ada istilah kemakluman bagiku atas diri orang lain. Karena itu sungguh sangatlah sulit untuk ku lakukan. Belum ada istilah `kita` dalam hidupku, yang ada adalah, kamu dan aku.

Aku ingin menikah, tapi... aku belum bisa dan belum terbiasa untuk berbagi. Bagiku, semua milikku adalah milikku, dan menurutku orang lainpun harus berusaha sendiri untuk mendapatkan sesuatu yang kemudian akan menjadi milik mereka.

Aku ingin menikah, tapi...aku belum bisa bersabar. Aku terbiasa mengumbar emosiku atas apapun yang aku mau dan yang aku suka. Yang aku mau adalah, justru orang lain bersabar atas apa adanya aku. Yang aku mau adalah, orang lain selalu membenarkan apapun pendapatku, serta menurutinya.

Aku ingin menikah, Tapi... aku belum bisa bersikap lembut. Buatku, lembut adalah lemah. Dan menurutku, laki-laki lembut adalah identik dengan ketidak mampuan mereka untuk melawan dan hanya sekedar menuruti keinginan orang lain.

Aku ingin menikah, tapi...aku adalah pribadi yang susah dipercaya. Bagiku kejelekan siapapun, kecuali diriku sendiri adalah sesuatu yang enak untuk dibicarakan dan bagiku itu adalah hiburan. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, lalu bagaimana jika nanti istriku memiliki kekurangan yang jelas- jelas aku akan tahu.. entahlah, yang aku tahu aku hanya ingin menikah.

Aku ingin menikah, Tapi aku belum bisa tampil indah bagi orang lain. Menurutku, orang lain harus menerima apa adanya aku. Jika mereka tak menyukainya, itu hak mereka dan bukan urusanku. Dalam pikiranku, kritik adalah tuntutan orang lain atas aku, dan sama sekali aku tidak suka itu.

Aku ingin menikah, tapi aku tak tahu atas niatan apa aku ingin menikah. Yang aku tahu, aku hanya membutuhkan seseorang yang akan mendampingi aku. Paling tidak supaya aku tidak mendapat julukan `tidak laku`.. saja. Dan aku tidak mau diribetkan dengan rentetan tuntutan dan kewajiban dari sebuah pernikahan. Yang aku tahu, aku hanya ingin menikah.

Aku ingin menikah, tapi...mungkin sebaiknya aku bertanya kepada diriku sendiri dahulu, Aku memang ingin menikah, tapi apakah aku sudah benar- benar mempersiapkan diri untuk menikah?

(Syahidah/Voa-Islam.com

Minggu, 06 November 2011

Tentang aku, kamu, dia, dan mereka

Entah, selalu kata itu menghiasi setiap perbincangan kita. Seperti sebuah kata yang harus ada dalam suatu kalimat atau mungkin paragraf.
Aku dan kamu tau, bahwa dia dan mereka akan menjadi bagian dari kita. Bahkan kita pun akan menjadi satu bagian. Entah apa yang terjadi, jika satu atau beberapa bagian itu tak bergabung. Bukan hanya akan kacau saja namun, bisa jadi malah akan kehilangan makna dari kesatuan itu. Hambar terasa, sangat hambar, ibarat sayur bukan hanya tanpa garam, tapi jugs tanpa bumbu yang lain. Tidak ada rasanya sama sekali. Ya, selalu muncul pertanyaan, kenapa tidak ada yang selaras dengan kita, bahkan diri kita sendiri pun tidak saling menyalaraskan diri. Masing-masing ingin dimengerti, ingin dipahami, tak pernah muncul solusi.

Mereka mungkin tak tau, bagaimana rumitnya cara kita. Tapi aku selalu berusaha membuatnya "nampak" tidak rumit, hanya "nampak" bukan benar-benar tidak rumit. Mereka hanya tau, bagaimana menyampaikan keinginan mereka kepada kita. Bagaimana melindungi kita dari setiap marabahaya, bukan hanya marabahaya fisik saja, namun juga marabahay psikis dan sosial. Tanpa mereka mau tau, apa yang telah dan akan kita alami. Bukan mereka yang akan menjalani kehidupan kita. Namun kita sendiri lah yang akan menjalaninya. Tapi, ya tetap saja kita pun memikirkan perasaan mereka.

Dan dia, dia hanya sebuah bagian yang harus kita perbaiki. Harus kita jaga, bukan hanya aku dan kamu dan mereka, tapi kita semua. Jika sendirian, kita tak akan mampu untuk menyelesaikannya. Bisa jadi dia semakin sulit dibereskan bahkan malah bisa menjadi sumber dari kekacauan yang akan datang. Kita harus menyelesaikannya bersama. Berpikir dengan kepala tenang dan hati yang lapang.



Tak bisakah seperti hujan hari ini?
Datang dengan ketenangan, Perlahan menghapus debu, membasuh kering, menggeser gersang.
Harum yang selalu dirindu.

Perjalanan Hidupku

Aku sadar, aku banyak melakukan kesalahan...
Banyak melakukan dosa...
Bahkan mungkin bukan dosa biasa...
Lika-liku hidupku beraneka rupa...

Aku senang...
Bukan karena dosa yang kulakukan...
Tapi karena aku disadarkan oleh ALLAH...
Bahwa yang kulakukan adalah dosa...
Bahwa yang kukerjakan itu salah...
Bukan hanya dari apa yang telah kulakukan saja...
Tetapi juga, terhadap apa yang telah orang lain lakukan...

Aku bersyukur...
Karena menyadarinya sebelum ajal menjemputku...
Sehingga, aku masih memiliki kesempatan...
Kesempatan untuk memperbaiki diriku...
Menjadikan hidupku lebih baik dari sebelumnya...

Jumat, 04 November 2011

Kisah Cinta

Lelaki ini adalah Otak Staretegi Perang “Parit”
Di Madinah seorang Muslimah, telah mengambil hatinya
Bukan sebagai KEKASIH….
Tapi sebagai sebuah PILIHAN..
Pilihan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Menikah.
Iya hanya Menikah, jalan itu…
Tapi Madinah adalah tempat asing untuknya…
Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya
Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang….
Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah
berbicara untuknya dalam khithbah…
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya
Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan.
Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah.
Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.
”Maafkan kami atas keterus terangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman.
Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar dari pada pelamarnya!
Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati.
Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.
”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
Cinta memang tak harus memiliki…
)I(
Lelaki ini adalah Khalifah ke empat, setelah Usman bin Affan…
Dia memandang seorang bocah perempuan
Di pelataran rumah seorang sahabatnya…
‘Aisyah binti Thalhah.
Nama bocah perempuan itu…..
Maka berkelebatlah Kenangan
Tentang sahabatnya itu ….Thalhah
Thalhah lah lelaki yang mengatakan
Pada perang Uhud
“Khudz bidaamii hadzal yauum, hattaa tardhaa…”
“ Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu hingga Engkau ridha.”
Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh dibiarkannya, dipeluknya badan sang Nabi seolah tak rela seujung bulu pun terpapas.
Tapi ia juga yang membuat Arsy Alloh bergetar dengan perkataannya
Maka Alloh menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelima puluh tiga surat Al Ahzab.
Ini di sebabkan
Ketika Thallhah berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya
Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka.
Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik.
Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati,
“Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”
Maka bergetarlah Langit
“Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”
(QS Al Azhab 53)
Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya.
Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah.
‘Aisyah binti Thalhah.
Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya.
Persis seperti ‘Aisyah binti Abu Bakr yang pernah dicintai Thalhah.
Cinta memang tak harus memiliki…
)I(
Lelaki ini adalah sebaik-baiknya Raja
Sepeninggal Khalifah ke empat Ali Bin Abu Thalib
Hatinya, bergetar dan ia tahu
Dia telah Jatuh cinta
Pada seorang Muslimah Sholeha…
Rakyatnya
Tak ada yang istimewa
Pada wanita itu dari segi kecantikannya
Justru itu lah yang membuatnya Jatuh Cinta
Maka dengan kekuasaanya
Ia menikahi wanita itu…
Tapi ia tak tahu
Ia tak pernah bisa
MENIKAHI HATI WANITA ITU……
Wanita itu telah melatakan hatinya
Pada pemuda desanya….
Hingga di keheningan malam
Di 1/3 terakhir
Terdengarlah olehnya
Bait-bait
Puisi dalam lantunan Doa….
Tentang kerinduannya
Pada pemuda desa itu…
Ia sadar
Ini adalah DEKLARASI JIWA istrinya
“Aku Tak Mencintaimu”
Maka dengan berat hati
Ia ceraikanlah istrinya
Lelaki ini adalah Muawiyyah bin Abu Sofyan
Duta pertama dari Rasulullah Saw
Yang datang dan melaporkan keadaan Kepulauan Nusantara
Kepada Nabi Saw
Cinta memang tak harus memiliki…
)I(
Lelaki ini adalah IDEOLOG IKHWANUL MUSLIMIN
Orang no 2 yang sangat berpengaruh setelah Hasan AlBanna, pada Harokah itu..
Ia adalah lelaki Sholeh
Dulu ia pernah jatuh cinta pada gadis desanya
Namun gadis desa itu menikah
3 tahun setelah Lelaki ini pergi belajar ke luar negeri untuk Belajar
hal ini membuat ia sedih
namun ia tak mau larut dalam kesedihannya
kisah cintanya ia mulai dari awal lagi.
Ia kemudian jatuh hati pada Wanita Kairo.
Meskipun tidak terlalu cantik,
Ia tertarik pada gelombang unik yang keluar dari sorot mata wanita tesebut.
Tapi pengakuan bahwa gadis tersebut pernah menjalin cinta dengan laki-laki lain, membuat runtuh cinta lelaki ini
Ia hanya ingin wanita yang benar-benar perawan, baik fisik maupun hatinya
Akhirnya Ia membatalkan menikahi gadis tersebut.
Hal ini membuat Lelaki itu sedih cukup lama….
Sampai kemudian ia putuskan untuk menerima kembali wanita tersebut
Namun apa yang terjadi?? Ditolak.
Inilah yang kemudian membuat lelaki itu menulis roman-roman kesedihannya.
Yang luar biasa adalah, Lelaki Ini sadar dirinya berada dalam alam realitas.
Bukan dalam dunia ideal yang melulu posesif, indah dan ideal.
Kalau cinta tak mau menerimanya, biarlah ia mencari energi lain yang lebih hebat dari cinta. “Allah”,
Energi itulah yang kemudian membawanya ke penjara selama 15 tahun.
Menulis karya monumentalnya Tafsir “Fi Zilaalil Qur’an” (dalam naungan al qur’an).
Dan Syahid di tiang gantungan.
Sendiri!!!
Tidak ada air mata, tidak ada kecupan, tidak ada sentuhan wanita.
Benar-benar sendirian!!
Lelaki ini adalah
SAYYID QUTHB
Lelaki yang Alloh Maha Tahu…
Bahwa dirinya Lebih di HAJATKAN LANGIT…
Daripada wanita bumi….
Cinta memang tak harus memiliki…
Pada Salman…
Pada Thalhah
Pada Mu’awiyyah
Dan
Pada Sayyid Quthb
Kita belajar
Bahwa cinta itu harus di letakan di tangan
Bukan di hati
Karena sebelum deklarasi Akad di Ucapkan
Tak ada Hak pada dirimu….!!!
Tentang Wanita yang engkau cintai itu…..!!
Engkau hanya punya doa dan ikhtiar
Selanjutnya biarlah Alloh yang menentukan akhir kisah kita…..
Salman, Thalhah, Mu’awiyyah, Sayyid Quthb
Adalah LELAKI PENGGENGGAM HUJAN
Tak ada air mata..
Untuk mengenang kegagalan cinta mereka
Yang ada adalah air mata
Dalam doa-doa mereka
Semoga Alloh memberikan gantinya yang lebih baik
Lebih dari segala-galanya..
Di banding wanita itu…..
Sahabat…
Engkau pun Lelaki Penggenggam Hujan
Maka
Jangan Bersedihlah…
)I(hamzah)I(
di tulis di hangatnya waktu dhuha…di sejuknya udara Bandung….
………………………………………………………………………………………………………………………….
Pada Salman…
Pada Thalhah
Pada Mu’awiyyah
Dan
Pada Sayyid Quthb
aku ingin menjadi seperti kalian.
Lelaki Penggenggam Hujan.
Lelaki yang bukan menyerahkan isi hati nya untuk seorang kekasih.
Tetapi untuk kepada PILIHAN.
Aku ingin menjadi seperti Salman,memenjarakan keinginannya sehingga saat terbaik dalam dia MEMILIH.
Dan dipenjara lagi keinginannya demi saudara nya tercinta.
Biar sahaja lelaki biasa bukan Salman,pasti kan menderita.Pasti kan kejatuhan.memendamkan rasa.
Kerna Salman tahu.Salman faham.Lelaki mu’min tak kan pernah menyuarakan isi hati nya untuk melamar kekasih.
Salman tahu.Salman faham.Dia mahu mencari PILIHAN. Dan kerna malu yang ada sebagai seorang Mu’min diwakilkan diri nya oleh saudaranya..
Bahkan sangat indah.sanggup dia ketepikan rasa hatinya kerna saudaranya lebih dipilih wanita yang mula di cari nya sebagai Pilihan.
Salman tahu.Salman faham.itulah erti persaudaraan..
Aku ingin menjadi Thalhah.
Thalhah yang sedar pada silapnya.
Tuhan,dosa ku jika gunung menanggungnya,nescaya runtuh gunung itu.
Tuhan,dosa ku jika kuhadapkan pada mahkamah dunia,akan ku dihukum dengan hukuman paling dahsyat
Tuhan,dosaku jika ku hadap pada Mu,mahukah Kau ku ampunkan??
Aku ingin menjadi Muawiyah
Seorang lelaki budiman.
Yang sanggup merelakan.
Juga memendamkan rasa.Kerna tidak mahu menjadi zalim.
Aku ingin menjadi seperti Sayyid Qutb.
Cinta terpadu pada langkah yang ditapak.
Tak akan berganjak.
Dan dikhatamkan cinta nya dengan satu keindahan :KEMATIAN!!
Bahkan itulah cinta yang paling indah.
Sanggup kau mati kerna cinta mu wahai Syeikh.
Dan langkah mu mahu ku tapak wahai Syeikh

Hanya Perantara

Entah sejak kapan aku memiliki rasa ini...
Rasa yang mungkin belum saatnya muncul...
Rasa yang mengharuskanku berubah...
Berubah menjadi lebih baik.

Mungkin rasa ini ingin memiliki ...
Namun, siapalah aku...
Aku hanya manusia biasa...
Apa yang ada padaku hanya titipan...
Mungkin rasa ini pun hanya titipan...

Aku tidak berhak memiliki apapun...
Aku hanya bisa menjadi jalan...
Menjadi perantara...
Perantara munculnya kebaikan untuk orang lain...

Layaknya hujan yang turun...
Membawa udara dingin yang turun menusuk dada...
Namun, membawa ketenangan dalam kepala...
Hanya perantara...